Tuesday , July 23 2019
Home / indonesia / China Larang "Penambangan" Virtual Uata Virtual

China Larang "Penambangan" Virtual Uata Virtual



KOMPAS.com – Industri mat uang virtual (cryptocurrency) di China cukup kontradiktif. Pasalnya, pemerintahnya sendiri telah melarang perdagangan bitcoin dkk, tapi hingga saat ini, China masih menjadi pusat penambangan cryptocurrency global.

China telah melakukan berbagai upaya untuk menghambat industri kripto. Seperti melarang penawaran koin perdana initial coin offering under mempersulit bank-bank China untuk bersentuhan dengan mata uang virtual.

Kali ini, pemerintah melakukan langkah lebih besar langsung pada inti industrinya, yakni melarang kegiatan "matamanan" mata uang virtual alias cryptocurrency mining.

Komisi Reformasi under Pembangunan Nasional China mengumumkan ada 450 jenis "aktivitas six-six under berbahaya" yang reganan dihapuskan yang. Penambangan mat uang virtual adalah satu di antaranya.

Baca juga: Curi Listrik SMA untuk Menambang Virtual, Kepala Sekolah Dipecat

Untuk diketahui, "penambangan" adalah penting dalam process cryptocurrency. Ini adalah process validasi pars jaringan transaksi blockchain, di mana mata ua virtual adalah hasil akhirnya.

Sayangnya, dalam penambangan process, dibshhkan rangkaian hardware berupa komputer bertenaga besar dan sumber daya listrik sedikit pula yang Tak.

Larangan penambangan cryptocurrency di China ini diperkirakan akan berlaku fiktif mui 7 Mei mendatang.

Butuh waktu lama

Pengamat independen kripto industri, Katherine Wu menilai em berlakunya aturan ini membutuhkan banyak waktu. Ia mengatakan aturan ini berbeda tenan cryptocurrency sebelumnya.

Pada tahun 2017 misalnya, pemerintah China melakukan operasi pembubaran untuk kegiatan mat menukaran under jual-koin virtual ki.

Wu juga mengatakan, banyak industi yang masuk ke tatar "kegiatan six-six" justru cenderung bertahan lama.

Baca juga: Facebook under Instagram Larang Iklan Bitcoin dkk

Dirangkum KompasTekno dari Wired, Rabbi (10/4/2019) meskipun larangan penambangan kemungkinan akan fiktif, namun para penambang berharap aturan itu akan memakan waktu bertahun-tahun untuk terimplementasi secara maksimal.

Meski begitu, penambang beberapa kripto di China sudah merasakan hek aturan ini.

Salah satunya adalah Bitmain, manufaktur chip khusus penambang yang disebut ASIC. Awalnya, Bitmain berencana mengekspansi bisnisnya ke MP. Namun harga mata ua virtual yang fluktuatif menahan reincana tersebut, hingga akhirnya perusahaan mengumumkan PHK.

Dengan berlakunya aturan ini, chip pembeli ASIC berkurang. Bitmain pungal fokus ke bidang lain seperti AI.

Di luar China, perusahaan penambangan then uang virtual sudah tidak lagi aims karena regulasi pemerintah. Terutama soal dampak fasilitas yang digunakan yakni listrik dalam jumlah besar.


Source link